Label

Jumat, 16 Januari 2015

Revolusi Cina

Dikenal sebagai revolusi Xinhai atau revolusi Cina dimulai pada 10 Oktober 1911. Melalui revolusi ini dihasilkan pula suatu pemerintahan baru dan pertama di Asia yang berbentuk Republik. Pada tahun 1894 di Honolulu, Dr. Sun Yat Sen membentuk organisasi Revive China Society dan menjadi salah seorang pemimpinnya. Tujuannya untuk menyingkirkan etnik Manchu, mengembalikan dominasi etnik Han dan membentuk pemerintahan bersatu. Namun berbagai pemberontakan besar di utara Cina, perang Cina-Jepang I, perang Rusia-Jepang di Manchuria tahun 1904 pemerintahan Dinasti Qing taidak mampu menanganinya menjadikan upaya gerakan revolusi Cina menemukan momentumnya. Ketika akhirnya revolusi 1911 sukses menombangkan Kekaisaran Dinasti Qing, Dr. Sun Yat Sen ditetapkan sebagai presien pertama republik Cina pada 29 Desember 1911-10 Maret 1912. Namun ia memerintah hanya 3 bulan karena tergusur intrik dan gerakan para tuan tanah yang mengontrol pemerintahan dan kehidupan negara yang baru saja terbentuk setelah 2000 tahun diperintah oleh raja.

Revolusi itu merupakan reaksi atas ketidakmampuan Dinasti Qing untuk mengangkat kejayaan Cina bahkan pemerintah lebih tunduk kepada kekuatan asing, rakyat dibiarkan sengsara, hal ini menyebabkan terjadi kudeta militer di Wuhan, China yang dilancarkan oleh kelompok bawah tanah yang didukung oleh revolusioner di pengasingan. Setelah kekaisaran berhasil dijungkalkan terjadi perang saudara antara kekuatan nasionalis pimpinan jend. Chiang Kai Sek dan kubu komunis pimpinan Mao Zedong. Pada 1949 akhirnya kubu Nasionalis tersingkir dari Cina daratan. Kubu komunis pada 1 Oktober 1949 mendirikan negara baru bernama Republik Rakyat Cina.